Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Sleman Dan Kulon Progo, Target Properti Di Yogyakarta

Gambar
Perkembangan Yogyakarta sebagai kota pelajar dan pariwisata akan mengubah pola pengembangan investasi properti di wilayah tersebut. Jika sebelumnya investasi banyak dilakukan di Kota dengan pembangunan pusat belanja dan apartemennya, kini pelaku properti di sana mulai mengalihkan investasinya ke Sleman dan Kulonprogo. Mengapa di kedua daerah tersebut membawa daya tarik bagi para investor?? “Bicara soal Sleman, khususnya Sleman Barat, ada beberapa hal yang menjadi peluang di daerah tersebut, kenapa saat ini pelaku properti tertarik dengan Sleman Barat. Pertama, kontur tanah di Sleman Barat datar sehingga memungkinkan untuk pengembangan kawasan perumahan landed house.” “Kedua, pastinya karena infrastruktur di Sleman Barat sudah sangat mendukung. Terlebih ke depannya Sleman Barat akan menjadi lokasi yang sangat strategis dengan akan dibangunnya jalan tol dari Yogyakarta ke Semarang. Selain itu lingkungan masyarakat yang ramah dan potensi pengembangan wisata sebagai ikon jogja istimewa san...

Gudang Tepi Ringroad Maguwoharjo

Gambar

Tanah Tepi Jalan Arah Borobudur

Gambar

Perum Dua Lantai Dekat Giwangan

Gambar

Rumah Dekat Kampus UGM

Gambar

Dijual Tanah Tepi JL Palagan

Gambar

Rumah Di JL Parangtritis

Gambar

Rumah Kos Exclusif Dekat UII

Gambar

Tanah Di Jual Dekat JL Magelang

Gambar

Rumah Di Timur Jogja BAY

Gambar

Rumah Dekat SD Model Sleman

Gambar

Ruko Dekat Kampus Amikom

Gambar

Rumah Full Perabot Dekat Kampus UMY

Gambar

Tanah Dekat Kantor Kecamatan Berbah

Gambar

Kebiasaan Klien Yang Merepotkan Agen Properti

Gambar
Dalam menjalankan tugasnya sebagai agen sekaligus konsultan, ternyata ada kendala-kendala yang di hadapi dan terkadang kendala-kendala tersebut muncul terkadang dari klien. Dalam proses jual beli properti pada umumnya akan menghabiskan waktu yang panjang, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya harga properti yang semakin naik, transaksi jual beli yang membutuhkan banyak persyaratan hingga klien yang memiliki banyak permintaan. Dan di sini ada beberapa kendala yang di hadapi oleh agen properti yang berasal dari klien, berikut penjabarannya 1. Membuat rencana rahasia Setelah melakukan cek lokasi properti biasanya pembeli akan meminta penurunan harga yang sesuai dengan biaya yang di miliki pembeli, akan tetapi yang menjadi problem ketika pembeli ada yang berencana untuk menetapkan potongan harga tanpa berunding dahulu dengan agennya. Ketidaksesuaian ini tentunya bisa menyulitkan proses jual beli ke depannya. Melihat dari kondisi tersebut biasanya akan rawan terjadi problem, ...

3 Unit Tanah di Margomulyo, Seyegan

Gambar

Rumah Baru di jalan Damai dekat UGM

Gambar

Tanah dekat Hartono Mall dan Hotel Marriott Jogja

Gambar

Rumah dekat Bandara dalam Perum Citrasun Garden

Gambar

Rumah Semi Etnik jalan Kaliurang Km 13 ( FD 37 )

Gambar

Rumah Perumahan dekat UGM Yogyakarta

Gambar

ruko tepi jalan godean

Gambar

Pemberlakukan Sewa Tanah (Landrente), Semua Pribumi adalah Penyewa

Gambar
P ada tahun 1811, Inggris datang merebut negeri kita dari tangan Belanda. Raffles pada tahun 1811 sampai 1816 memberlakukan sistem pajak tanah (landrent) sebagai pengganti kebijakan yang diterapkan oleh VOC. Meskipun masa kekuasaan Inggris di negri ini tidak berlangsung lama, namun Inggris telah membuat satu perubahan fundamental terkait politik pertanahan di tanah air. Jika sebelumnya penyerahan rakyat atas VOC berupa upeti, maka Inggris memperkenalkan pembayaran sewa yang nilainya sebesar dua pertiga hasil panen. Menurut Raffles semua tanah adalah eigendom pemerintah, sedangkan rakyat adalah pachter (penyewa). Ia menganggap bahwa pemerintah Inggris sebagai pengganti raja menjadi pemilik atas tanah. Karena rakyat tidak dianggap memiliki tanah, maka pemerintah Inggris menyewakan tanah untuk mereka dengan imbalan pembayaran sewa tanah. Rafles Kebijakan Rafles ini juga berimplikasi pada keberadaan tanah-tanah ulayat yang dimiliki oleh masyaraka atau Raja. Sehingga Rafles menganggap tanah...

Kebijakan VOC Menggantikan Kekuasaan Atas Tanah

Gambar
Di masa lalu Kekuasaaan raja-raja di tanah air satu-persatu berjatuhan,hal ini di sebabkan oleh karena konflik antar para penguasa baik di dalam kerajaan maupun ancaman dari kerajaan lain. Setelah runtuhnya majapahit dan wilayah di nusantara menjadi terpecah belah ke dalam berbagai macam bentuk kerajaan. Pada masa awal tahun 1600 Perusahaan Belanda (VOC) yang memahami   budaya masyarakat tanah air, mengambil keuntungan untuk menguasai nusantara dengan memutarbalikkan sejarah dan membuat politik de vide et impera, atau yang lebih di kenal dengan nama politik adu domba. Kejatuhan raja terkadang terjadi karena pemberontakan anak atau adiknya sendiri. Pecahnya kerajaan Mataram menjadi Keraton Surakarta dan Jogjakarta juga diandili oleh penjajah. Dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya. Sehingga tak heran apabia pada akhirnya satu persatu dikalahkan dengan mudah oleh sebuah perusahaan dagang yang bernama VOC. Perlu digarisbawahi bukan kalah oleh kerajaan tertentu atau negara terten...